Alasan Insanul Fahmi Tak Tampilkan Foto Istri di Media Sosial

Alasan Insanul Fahmi Tak Tampilkan Foto Istri di Media Sosial

Berikut rangkuman alasan resmi yang disampaikan Insanul Fahmi mengenai kenapa ia tidak pernah — atau sudah lama berhenti — mengunggah foto istrinya (dan keluarganya) di media sosial:

✅ Alasan yang Diberikan Insanul Fahmi

  • Dia menyatakan bahwa dulu sempat mengunggah foto sang istri, tetapi kemudian berhenti setelah menyadari bahwa konten yang tampak “bahagia” di medsos bukan mencerminkan kenyataan rumah tangga mereka. Menurutnya, kemesraan yang dipamerkan di luar sering kali “hanya konten,” sedangkan kenyataan di balik layar menyimpan konflik. https://celebrity.okezone.com/+1

  • Karena itu, ia dan istri memilih untuk fokus memperbaiki hubungan internal tanpa campur tangan opini publik — daripada terus “pamer bahagia” padahal ada masalah serius. Popmama.com+1

  • Selain soal dinamika rumah tangga, Insanul juga menyebut faktor keamanan sebagai penyebab utama. Ia mengaku pernah menerima ancaman — yang menyebabkan dia khawatir jika keluarga ikut terekspos di media sosial, bisa membahayakan istri dan anaknya. suara.com+1

  • Karena itulah dia memilih untuk “private” dulu: baik akun media sosial maupun kehidupan pribadi dibiarkan tertutup — bukan agar menyembunyikan istri, tapi demi perlindungan dan memastikan keluarga aman. suara.com+1

💬 Reaksi sang Istri & Dampak Publik

Walau alasan tersebut telah dikemukakan, sang istri — Wardatina Mawa — merasa keberatan: ia mengaku selama hampir lima tahun pernikahan sama sekali tak pernah “diakui” di media sosial suaminya. KapanLagi.com+1
Mawa bahkan sempat meminta agar sang suami mem-posting foto mereka bersama, demi memperjelas status mereka di mata publik dan mencegah fitnah. Namun hingga saat ini, menurut Warda, permintaan itu tidak dipenuhi. gorajuara.com+1

🔎 Konteks di Balik Pilihan “Tutup Profil”

Masalah komunikasi, privasi, dan rasa aman sering kali menjadi pertimbangan seseorang untuk membatasi keberadaan keluarganya di medsos — terutama jika kehidupan publik rentan membawa risiko atau stress tambahan.

Dalam kasus ini, Insanul Fahmi menyebut bahwa ia ingin menyelesaikan “urusan serius” dulu (termasuk ancaman terhadap keselamatan) sebelum kembali mempublikasikan kehidupan pribadinya — meskipun itu berarti mengesampingkan ekspektasi sosial terhadap “rumah tangga bahagia di medsos.” suara.com+1